180 views

Laporan : Galang Wildan

Muhammad Fajar Firdaus
Muhammad Fajar Firdaus

Bandung,Hminews- Badan Koordinasi ( Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat mengkaji Perturan Menteri Riset Teknologi Pendidikan dan Teknologi ( Permenristek Dikti) No 55 Tahun 2018.

Acara tersebut di gelar di Cafe Cinde Jl Pahlawan pada Jumat (9/10/2018).

Ketua Pelaksana kegiatan Muhammad Fajar Firdaus menjelaskan bahwa dengan keluarnya peraturan kemenristek dikti no 55 tahun 2018 yang dikeluarkan beberapa waktu lalu bertujuan menghadang paham intoleran radikalisme di kampus dengan membuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa (PIB).

” Saya memandang Peraturan Permenristekdikti ini adalah sebab dimana tindakan radikalisme yang dari jaman era kemerdekaan hingga saat ini terus muncul dengan berbagai kemasan dan gerakannya dan mewabah hingga dunia kampus, Lanjutnya peraturan itu bisa efektif bila sistem teknis yang di buatnya sangat bagus dalam arti tidak di buat UKM tapi di buat Forum Diskusi atau Kelompok Kajian yang tanpa menggunakan struktur, karena bila di buat dengan sistem UKM yang identik dengan struktural malah jadi tidak efektif dan disisi lain bisa memunculkan dinamika perbuatan kekuasaan yang tidak sehat” Paparnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan dari Asisten Daerah ( ASDA) Provinsi Jawa Barat, Dadan Rachmayana. Dia menjelaskan bahwa gerakan radikalisme ini tidak hanya identik dengan Islam tapi ada beberapa gerakan radikalisme lain seperti Oprasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS), Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan lain-lain, ini juga harus di halau jangan sampai gerakan radikalisme di kelompok Islam saja.

Sedangkan perwakilan dari Polda Jawa Barat diwakili oleh Kombes Asep Hamim. Ia pun menambahkan bahwa gerakan radikalisme ini mengancam negara. Salah satu contoh gerakannya adalah menggalakan pilkada 2018 lalu.

“Oleh sebab itu peraturan ini adalah untuk mencegah radikalisme masuk kampus” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *