216 views

BANDUNG.  Menyambut tahun politik 2019 Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat deklarasikan pemilu damai.

Hmi organisasi yang resmi terdaftar sebagai pemantau pemilu siap mengawal berjalannya proses pemilu dengan damai. Sesuai dengan asas pemilu yang tercantum dalam Undang- undang no 7 tahun 2017.

Hal itu diungkapkan Muhammad Fajar Firdaus selaku Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Badko HMI Jawa Barat dalam sambutannya. Rabu (26/12) di Kios’K Me Café Jl. Tubagus Ismail Raya no 17 Sekeloa, Bandung.

Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi bertema “Jawa Barat dalam Pusaran Konflik” dengan menghadirkan Zacky Muhammad Zamzam.,S.Psi, M.M.Pd selaku Ketua Bawaslu Kota Bandung, Arlan Siddha, S.IP, M.A sebagai akademisi dan Aris Rindiansyah perwakilan HMI Badko Jawa Barat.

Menurut Zacky, Provinsi Jawa Barat menjadi primadona tersendiri jika dilihat dari jumlah Daftar Pemilih Tetapnya (DPT) sehingga menjadi magnet bagi yang berkepentingan untuk memenangkan suara di Jawa Barat.

Menjawab indeks kerawanan pemilu di Jawa Barat, dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama- sama mengawal potensi kebhinekaan. Menurutnya dengan banyaknya jumlah DPT di Jawa Barat besar kemungkinan berpotensi konflik pada pemilu 2019.

“Sebagai contoh hari ini isu yang sangat rentan adalah isu soal agama yang mana sebagian besar penduduk Jawa Barat bisa dibilang taat. Artinya bawaslu mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk bersama- sama mengawal setiap tahapan-tahapan pemilu,”ajaknya.

Arlan Siddha selaku akademisi memandang bahwa pusaran konflik pada pemilu di Jawa Barat jika melihat data dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP)  yang dimiliki bawaslu sekitar 42%  artinya kerawanan pemilu di Jawa Barat harus di perhatikan dengan seksama.

“Tidak hanya pada persoalan isu sara kerawanan konflik juga bisa terjadi pada prosedur pemilu hal-hal yang teknis dilapangan. Artinya perlu sinergisitas yang tinggi antara penyelenggara dan peserta pemilu serta masyarakat pemilih dalam meminimalisir konflik dan menciptakan pemilu berintegritas,”ungkapnya.

“Salah satunya adalah sosialisasi regulasi serta pemahaman kepemiluan masih banyak caleg dan parpol yang belum faham tentang regulasi. Jika dibiarkan ini bisa jadi letupan tersendiri dalam pemilu nanti.yang kedua masyarakat pemilih harus bisa menahan diri dari berita hoax yang tersebar dengan muatan politik  adu domba dan pihak berwajib harus mengambil tindakan tegas terhadap penyebar hoax. Harapannya agar minimalisir konflik di Jawa Barat menurun,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diakhiri deklarasi bersama dengan seluruh peserta yang hadir.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *