86 views

Cianjur,HMInews- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur laksanakan diskusi dalam rangka refleksi sumpah pemuda di Aula Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) pada hari Sabtu, (27-10- 2018).

Tema diskusi yang diangkat mengenai refleksi hari sumpah pemuda tersebut adalah tentang pemuda anti Lesbi Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang dilanjutkan dengan aksi gerakan 1000 lilin di lapangan Hypermart Cianjur.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Heri Wirawan mantan ketua umum HMI Cabang Cianjur periode 2009-2010 sebagai narasumber. Menurutnya bahwa dewasa ini Indonesia dengan umur yang sudah tidak muda lagi mengalami banyak problematika yang menimpa kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia melanjutkan persoalan yang ada tak berhenti dari kasus ham, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Lagi- lagi belakangan ini terjadi isu baru seolah menjadi permasalahan utama bangsa ini yaitu maraknya kasus LGBT, Hoax dan Fanatisme. Menyoal hal tersebut sontak membuat negeri ini bergemuruh, bagaimana tidak beberapa kelompok masyarakat yang sebagian mendukung dengan keberadaan LGBT tersebut” Paparnya saat menyampaikan materi kepada peserta diskusi.

Dia berpandangan bahwa persoalan tersebut marak di pertontokan debatable di televisi, menjadikan masyarakat ini lebih cerdas. Disisi lain pun menjadi bodoh.

Dia berharap seyogianya kaum muda harus dapat ikut andil dalam meredam pertikaian, kemana arahnya rell track bangsa ini akan maju sehingga jangan sampai masalah terjadi tanpa ada solusi, dan pemuda juga lah yang harus menjadi solusi tersebut.

Sementara Ketua Umum HMI Cabang Cianjur, Paisal Anwari berpandangan bahwa pesatnya berita- berita hoax disebabkan oleh minimnya pendidikan media literasi di era perkembangan arus teknologi informasi yang tak terbendung.

“Seperti yang kita ketahui, kalau tidak bijak menggunkan medsos akan sangat menjadikan bumerang bagi individu, kelompok bahkan ancaman ketentraman negara sekalipun. Kenapa begitu, karena masyarakat hari ini dengan mudah menkonsumsi berita tanpa bertabayun memilah dan mimilih, mana berita benar sesuai fakta mana berita bohong.Fenomena tersebut dikhawatirkan Paisal.

“Saya khawatir ini di manfaatkan oleh sekelompok politisi negeri guna malancarkan aksi nya mengelabuhi paham masyarakat. Agar kemudian orang dengan mudah percaya terhadap mereka, dan bahkan tak tanggung-tanggung peranan skenario di terapkan seperti hal nya negeri ini adalah panggung dagelan” paparnya.

Menyoal fanatisme, Paisal berpendapat bahwa Indonesia merupakan negara dengan kaya akan wadah organisasi. Menurutnya dilihat dari minat bersrikat berkumpul dan berkelompok merupakan hak konstitusional yang di lindungi Undang-undang sebagaimana yang tertuang dalam pasal 28E ayat (3) UUD 1945.

“Dewasa ini perbedaan ideologi atau keyakinan dari setiap kelompok masyarakat tak di indahkan dengan adanya persekusi terhadap salah satu kelompok umat beragama, kasus pembakaran gereja bahkan teror terhadap ulama, merupaka contoh kemirisan di negeri ini” ujar Paisal.

Lebih lanjut, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Cianjur, Dede Romansyah menjelaskan makna gerakan menyalakan lilin.

Aksi tersebut menurutnya adalah bentuk keprihatinan terhadap matinya keadilan di negeri ini. Kemudian juga lilin merupakan simbol penerangan atas kegelapan yang saat ini di hadapi oleh bangsa ini.

“Maka dari itu, HMI Cabang Cianjur, mengajak kepada segenap elemen masyarakat secara umum untuk menjada persaudaraan dan persatuan sesuai amanat Pancasila “Persatuan Indonesia”, dan menjaga kebhinekaan secara utuh. tambahnya

“Dengan tegas, kami atas namas HMI Cabang Cianjur menolak adanya LGBT, Hoax dan Fanatisme” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *